Tiga Orang Ditangkap di Riau Karena Edarkan Obat Penenang Tanpa Izin

11
455

Tiga Orang Ditangkap di Riau Karena Edarkan Obat Penenang Tanpa Izin

tiga

Tiga orang yang mengedarkan obat penenang tanpa izin diringkus polsek Siak di Riau. Para pelaku menyasar remaja sebagai konsumen.

Kapolres Siak AKBP Barliansyah mengatakan dua orang pelaku mengaku sebagai pasangan suami istri (pasutri). Pasutri tersebut berinisial MAL (48) dengan istrinya SAM (56).

“Saat ditangkap, keduanya ini mengaku pasangan suami istri,” kata Barliansyah kepada wartawan, Sabtu (3/3/2018).

Pasutri ini ditangkap tim Polsek Tualang di Jalan Sukaramai, Perawang, Tualang, Siak. Dari tangan keduanya, polisi menyita obat merek Tramadol HCI/tablet 50 Mg sebanyak 1.660 butir. Selain itu ada obat merek Neo Protifed sebanyak 27 ribu butir dan uang hasil penjualan obat tanpa izin edar itu sebesar Rp 4,5 juta.

“Keterangan keduanya, ada rekannya yang juga menjual obat tanpa izin. Dari keterangan itu dilakukan pengembangan,” kata Barliansyah.

Hasil pengembangan, seorang wanita berinisial PAI (32) kembali ditangkap di Tualang. Di lokasi kedua ini petugas menyita beberapa merek obat lainnya yakni 129 ribu butir obat merek Trihexyphenidyl, enam puluh tiga butir tramadol HCI, dan enam ratus delapan puluh tiga butir obat Hexymer. Barang bukti ini disimpan di dapur rumah kontrakan tersangka PAI.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kata Barliansyah, para pelaku membeli obat dari Medan, Sumatera Utara (Sumut) dengan harga Rp 5.000 per butir.

“Padahal obat ini jenisnya untuk penenang dan mestinya penjualannya harus ada resep dokter,” kata Barliansyah.

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan warga yang menyebut rumah pelaku kerap dikunjungi remaja untuk membeli obat penenang tersebut yang difungsikan untuk mabuk.

“Dari informasi itulah kita lakukan penggerebekan di kedua rumah para pelaku. Para tersangka mengaku, sasaran penjualan jenis obat penenang ini adalah anak-anak remaja,” tutup Barliansyah.
(jks)

Pilihan Redaksi  Egy Maulana Vikri Pilih Nomor 10 di Lechia Gdansk Atas Kemauan Sendiri