Kenal lewat FB, siswi SMP di Palembang disekap & diperkosa 2 pria selama 6 hari

30
644

Kenal lewat FB, siswi SMP di Palembang disekap & diperkosa 2 pria selama 6 hari

Kenal lewat FB, siswi SMP di Palembang disekap & diperkosa 2 pria selama 6 hari

Seorang siswa SMP di Palembang berinisial F (15) diduga menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan oleh dua pemuda, TM (22) dan HN (22). Kedua pelaku baru dikenalnya melalui Facebook.

Tak terima dengan perlakuan keduanya, korban melapor kepolisi. Dia berharap, para pelaku ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kepada petugas, F mengaku peristiwa itu terjadi saat dirinya bertemu dengan kedua korban setelah berkenalan di FB, Senin (26/6). Awalnya, dia bertemu dengan TM dan diajak ke rumahnya di Kecamatan Kalidoni, Palembang.

Lantaran diiming bertemu dengan orangtua pelaku, korban mau saja. Ternyata, di sana korban disekap dan dipaksa berhubungan badan. Terjadilah pemerkosaan yang tak diinginkan.

“Saya sudah menolak, lari terus ditangkapnya lagi,” ungkap korban F saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Senin (2/7).

Keesokan harinya, korban diantar pelaku tak jauh dari rumahnya. Tak lama, dia dijemput pelaku HN yang juga kenalan FB-nya. Korban diajak HN kerumah orangtua pelaku. Lagi-lagi, korban mendapat perlakuan kekerasan seksual oleh pelaku. Dia disekap dan diperkosa pelaku selama lima hari.

“Saya minta pulang tak diizinkan, saya digituin (diperkosa) terus sama dia,” kata dia.

Keberadaan korban baru diketahui keluarga setelah memergoki HN membawa korban ke luar rumahnya. Sebelumnya, orangtua korban mendatangi rumah HN namun keluarganya seakan-akan menutupi keberadaan anaknya.

“Kami minta kedua orang itu ditangkap. Kami sudah cari kemana-mana, tahunya disekap oleh mereka,” kata ibu korban saat mendampingi anaknya melapor.

Sementara itu, Kepala SPKT Polresta Palembang Iptu Herry mengatakan, laporan sudah dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan anak Satreskrim untuk diproses lebih lanjut.

Pilihan Redaksi  Tiga copet asal Aljazair diringkus polisi di Bali

“Sudah kita terima, langsung ditangani penyidik PPA,” katanya.