Sevilla Jungkalkan MU dan Redam Barcelona, Selanjutnya Bayern?

7
287

Sevilla Jungkalkan MU dan Redam Barcelona, Selanjutnya Bayern?

Sevilla Jungkalkan MU dan Redam Barcelona, Selanjutnya Bayern?

Sevilla bukan tim yang diunggulkan saat melawan Bayern Munich di perempatfinal Liga Champions. Tapi, ada beberapa rekor yang bisa membuat mereka optimistis.

Ketika undian mempertemukan Sevilla dengan Bayern, banyak yang menyebut Die Bavarians dapat lawan mudah dan akan melaju mulus ke semifinal. Di antara delapan tim yang melaju ke perempatfinal, Sevilla bisa dibilang paling lemah. Mereka ada di sana dengan status kuda hitam.

Sevilla membuat kejutan setelah mendepak Manchester United di 16 besar. Ini menjadi pertama kalinya bagi Sevilla lolos ke perempatfinal Liga Champions.

Terlepas dari kualitas kedua tim yang timpang, Sevilla sedang dalam momentum yang cukup baik. Selain mendepaj MU, Sevilla nyaris menang melawan Barcelona akhir pekan lalu. Mereka unggul 2-0 lebih dulu, sebelum Luis Suarez dan Lionel Messi mencetak gol untuk menyamakan kedudukan hanya dua menit sebelum laga tuntas.

“Kami semakin terbiasa bermain pada sebuah laga besar tiap tiga hari. Itu membantu kami menjadi lebih baik dan memaksimalkan talenta yang dimiliki,” ungkap pelatih Vincenzo Montella pada konferensi pers dikutip dari Washington Post.

“Mungkin laga akan berbeda. Tapi, Bayern dan Barcelona memiliki filosofi yang sama. Kami hanya harus bermain dengan intensitas dan efisiensi. Kami akan mengandalkan senjata kami dan melihat apakah itu cukup untuk mengeliminasi Bayern hingga melaju,” tambah gelandang andalan mereka Pablo Sarabia.

Menariknya, Sevilla punya rekor apik ketika menghadapi tim Jerman di Eropa. Pada 20 laga terakhir mereka hanya kalah tiga kali (12 menang 5 imbang). Mereka juga tak terkalahkan pada lima laga terakhir Liga champions.

Bayern juga punya rekor buruk ketika menghadapi tim Spanyol, terutama pada empat laga terakhirnya, ketika mereka selalu digugurkan oleh klub Spanyol. Mereka kalah dari Real Madrid pada 2016-2017, Atletico Madrid 2015-2016, Barcelona 2014-2015, dan Madrid kembali 2013-2014.

Pilihan Redaksi  Chelsea Hanya Tidak Beruntung