Polsek Koja buru komplotan penodong di mikrolet tewaskan penumpang

27
464

Polsek Koja buru komplotan penodong di mikrolet tewaskan penumpang

Polsek Koja buru komplotan penodong di mikrolet tewaskan penumpang

Polsek Koja memburu dua pelaku percobaan pencurian yang menyebabkan korban tewas. Peristiwa tersebut menimpah Asih Sukaesih, seorang penumpang mikrolet 30A jurusan Tanjung Priok-Kepala Gading yang tewas usai menghindari pelaku.

Kapolsek Koja Kompol Effendi menjelaskan pelaku berjumlah tiga orang, yakni S, A dan D. Untuk pelaku S berhasil dibekuk sesaat setelah peristiwa terjadi. Sedangkan, pelaku A dan D masih diburu.

“(Tersangka) ada tiga. Yang bisa kita amankan adalah tersangka utamanya satu orang (sopir inisial E), mohon bantuan doa dan dukungan rekan-rekan supaya yang dua ini bisa kita tangkap,” kata Effendi saat dihubungi, Senin (25/6).

“Pada hari itu juga sudah bisa kita amankan satu tersangka (S), jadi yang berperan menentukan,” sambungnya.

Effendi menambahkan, saat itu mikrolet berisi tiga orang penumpang.

“Para tersangka saling kenal dan bahkan sudah berulang melakukan dengan pasangan yang sama. Ini sudah yang ketiga kali.”

Sebelumnya, seorang pegawai SPBU bernama Asih Sukaesih tewas usai melompat dari mobil angkutan umum jurusan 30A rute Tanjung PriokKelapa Gading, yang masuk jalur TransJakarta. Saat itu dirinya panik saat melihat penumpang lainnya ditodong pisau, sehingga korban melompat hingga wanita berumur 32 tahun ini mengenai pembatas jalan.

“Korban takut jadi target selanjutnya, lalu dia spontan lompat keluar angkota. Mobil juga sat itu sedang melaju dengan kecepatan yang tinggi,” papar Effendi.

Dalam kejadian itu, barang berharga milik korban tidak ada yang hilang. Polisi juga tengah melakukan penyelidikan apakah korban lompat dari dalam angkota untuk menghindari penodongan atau bukan.

“Kita curiga ada keterlibatan supir angkota. Sementara baru supir yang kita amankan mas.  Dia ditangkap di Pols 5 Podomoro, Penjaringan,” katanya.

Pilihan Redaksi  Paus Terdampar di Situbondo Berhasil Dievakuasi ke Tengah Laut

Dalam pemeriksaaan, alhasil polisi menetapkan si sopir berinisial E itu sebagai tersangka. Di mana aksi itu ternyata sudah direncanakan oleh dua rekan lainnya yang merupakan si penodong.

“Jadi ketika depan MOI Kepala Gading naiklah satu tersangka ini, kemudian mereka berbalik arah ke Tanjung Priok di depan Mambo naik lagi yang ketiga. Kemudian mereka ada catatan dengan istilahnya ‘ayo mencari kijang’ sehingga sepakat, kedua penumpang ini berinisial A maupun D,” jelasnya.