Dirampas perhiasannya, siswi SD di Gunungkidul nyaris jadi korban penculikan

7
444

Dirampas perhiasannya, siswi SD di Gunungkidul nyaris jadi korban penculikan

Dirampas perhiasannya, siswi SD di Gunungkidul nyaris jadi korban penculikan

SDA, siswi SD di Gunungkidul, DIY berinisial hampir menjadi sasaran penculikan. Bocah 10 tahun itu nyaris diculik oleh orang tak dikenal pada Senin (2/4) sekitar pukul 06.30 WIB.

Kakek korban, Bambang Ibnu, menceritakan cucunya nyaris menjadi korban penculikan saat akan berangkat ke sekolah. Saat itu, kata Bambang, cucunya sudah berangkat ke sekolah tetapi kembali lagi ke rumah karena ada bukunya yang tertinggal.

“Saat sedang perjalanan kembali ke rumah, dari arah berlawanan datang sebuah mobil. Mobil itu berisi 3 orang dan membawa lari cucu saya. Perhiasan cucu saya diambil,” ujar Bambang, Rabu (4/4).

Bambang menerangkan usai diambil perhiasannya, cucunya kemudian diturunkan di jalan. Perhiasan yang diambil, sambung Bambang, adalah cincin dan anting yang bernilai ratusan ribu.

“Dari cerita cucu saya, mobil yang menculik berwarna putih. Serta ada tiga orang laki-laki di dalamnya. Satu menyopir mobil, satu mengangkat cucu saya dan satu lagi mengambil perhiasan,” urai Bambang.

Kini SDA mengalami trauma dan tak mau bercerita banyak tentang peristiwa tersebut. Pihak keluarga memilih tidak melaporkan peristiwa itu ke pihak kepolisian takut jika cucunya justru semakin trauma.

“Biasanya ceria tapi setelah peristiwa itu, jadi pendiam. Tidak ada niat untuk melaporkan saya khawatir cucu saya semakin trauma,” ucap Bambang.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Ngadino mengatakan pihak kepolisian belum menerima laporan terkait kasus tersebut. Namun pihak kepolisian akan tetap melakukan tindakan penyelidikan terkait kasus ini.

“Kami tetap lakukan penyelidikan. Diharapkan para orang tua juga melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya. Selain itu lebih baik tidak menggunakan perhiasan berlebihan,” tutup Ngadino.

Pilihan Redaksi  BNN gagalkan penyelundupan 28 kg sabu dan 25.000 ekstasi jaringan napi