Penyuap Bupati non aktif Kukar heran ada transaksi Rp 6 M ke sepupu Rita

639
2231

Penyuap Bupati non aktif Kukar heran ada transaksi Rp 6 M ke sepupu Rita

Penyuap Bupati non aktif Kukar heran ada transaksi Rp 6 M ke sepupu Rita

Direktur Utama PT Golden Sawit Prima, Hery Sutanto Gun alias Abun menegaskan tidak ada aliran uang kepada sepupu Bupati non aktif Kutai Kartanegara, Rita Widyasari. Noval El Farveisa, sepupu Rita, disebut menerima uang sejumlah Rp 6 miliar.

“Yang Rp 6 miliar ke Noval bagaimana?” tanya Jaksa kepada Abun saat menjalani pemeriksaan terdakwa di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (30/4).

“Saya tidak merasa. Kalau betul pun saya bisa tanya apakah Rita terus pakai pribadi kesana atau Rp 6 miliar itu Rita kembalikan,” jawab Abun.

Dia pun mengaku tak tahu menahu ada bukti transaksi berupa kwitansi pengiriman uang Rp 6 miliar oleh Abun kepada Noval. Menurutnya, hal tersebut hanya sekedar kwitansi kosong yang ditulis oleh Hanny Kristianto, mantan pegawai Abun.

Dia juga menampik jika bukti pembayaran tersebut dianggap sebagai uang pelicin permohonan izin lahan yang sedang diajukan PT Golden Sawit Prima kepada Rita melalui Noval.

Sementara saat disinggung adanya transfer ke Rita, Abun tidak membantah. Dia mengklaim, transfer sebanyak 2 tahap dengan total Rp 6 miliar kepada Rita sebagai bentuk utang piutang politisi Golkar itu saat kampanye.

“Itu utang piutang,” ujar Abun.

Atas kasus ini, Hery Sutanto Gun alias Abun didakwa memberi suap kepada Rita senilai Rp 6 Miliar untuk izin lokasi keperluan inti perkebunan kelapa sawit di Desa Kupang Baru Kecamatan Muara Kaman Kutai Kartanegara.

Sedianya izin tersebut bermasalah lantaran lokasi perizinan oleh PT Sawit Golden Prima, perusahaan Abun, tumpang tindih dengan PT Gunung surya dan PT Mangulai Prima Energi. Selain itu sebagian lokasi yang dimaksud telah dibebani izin usaha pemanfaatan hasil hutan kayu dalam hutan alam terhadap terhadap PT Kartika Kapuas.

Pilihan Redaksi  Kesal tak diberi pinjaman uang untuk beli rokok, Supriyadi tusuk temannya

Atas perbuatannya dia didakwa Pasal 5 ayat 1 huruf b atau Pasal 13 undang-undang tindak pidana korupsi No 31 tahun 1999 Sebagaimana telah diubah dengan nomor 20 tahun 2001 Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.