Jelang libur panjang, terjadi peningkatan kendaraan di ruas jalan tol

6
170

Jelang libur panjang, terjadi peningkatan kendaraan di ruas jalan tol

Jelang libur panjang, terjadi peningkatan kendaraan di ruas jalan tol

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Royke Lumowa mengatakan, ada peningkatan jumlah kendaraan di ruas jalan tol dari arah Jakarta menuju arah Cikampek. Hal itu dikarenakan bertepatan dengan liburan panjang atau long weekend.

“Ada peningkatan memang yang keluar Jakarta sampai Bekasi rata-rata yang ada di Jasa Marga di gate Cikarut ini keluar dia meningkat sampai 20 persen ke bentuk persen 21 persen normalnya kan 23000 dia menjadi 28000 mulai dari jam 02.00 tadi Dari jam 02.00 siang tadi ada peningkatan 21 persen,” kata Royke di pos pantau Cikarut, Kamis (29/3).

Peningkatan ternyata juga terjadi di arus masuk Jakarta yang mengalami peningkatan 5,1 persen mulai dari arah Jawa Timur dan Jawa Barat. Hal itu karena adanya penyempitan jalan di dua titik.

“Yang masuk Jakarta juga ada peningkatan walaupun kecil dia hanya 5,1 persen dari arah Jawa Timur, Jawa Barat masuk ke Jakarta. Memang di tol ini kan kita tadi melihat ada penyempitan di dua titik paling tidak di arah keluar dari Jakarta yaitu di KM 10 kemudian di KM 16 itu ada bottleneck sehingga memang ada keterlambatan,” ujarnya.

Selain itu, Royke menyebut, untuk prediksi melonjaknya kendaraan di ruas jalan tol diperkirakan disaat orang pulang kantor dari arah Jakarta. Terlebih lagi mereka akan melewati penyempitan jalan mulai dari KM 10 di Cikunir kemudian KM 16 dan tempat-tempat lain.

“Dia akan meningkat di pas pulang kantor sekarang jam 04.00 lebih mungkin sekitar 1 jam, 2 jam lagi ke depan ada peningkatan. Mudah-mudahan tak ada truk yang mogok, atau ada kecelakaan, itu akan membuat situasi macet,” ucapnya.

Pilihan Redaksi  Megawati : Saya Dulu Adalah Presiden Mandataris MPR

Dia memprediksi untuk malam nanti akan mengalami peningkatan sampai 40 persen. “Prediksi sampe 40 persen, sekarang ini udah 20 persen diprediksi 40 persen. Entar malem kali ya, magrib,” sebutnya.

Oleh karena itu, dirinya menambah personel baik dari kepolisian, Jasa Marga, Dinas Perhubungan dan stakeholder lainnya. Hal itu untuk dilakukannya pemantauan di ruas jalur tol.

“Seperti biasa, personel harus ditambah, petugas baik itu kepolisian, jasa marga, perhubungan dan lain-lain kita tambah saja untuk lebih cepat memantau. Karena kalau cepat dipantau, kita cepat antisipasi. Kalau pemantauannya kurang ya telat untuk antisipasi, karena melihatnya aja telat, apalagi melakukan aksi,” tandasnya.