Polisi tangkap 4 sekawan pengedar uang palsu di Solok

12
340

Polisi tangkap 4 sekawan pengedar uang palsu di Solok

Polisi tangkap 4 sekawan pengedar uang palsu di Solok

Empat remaja di Kota Solok, Sumatera Barat meringkuk sel penjara Polsek Solok Kota lantaran mencetak uang palsu dan pengedar serta membelanjakan.

Keempat remaja tersebut bernama Alan Firlanda (17), Febri Akbar Chan (18), Julfaizal (15) dan Toby Andika Putra (20). Diketahui keempat remaja tersebut berasal dari Koto VIII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Kapolres Solok Kota AKBP Dony Setiawan menyebutkan, para tersangka mencetak uang palsu dengan cara mencari gambar uang pecahan Rp 100 ribu di internet menggunakan telepon genggam, kemudian memindahkan ke komputer.

“Selanjutnya mereka melakukan proses penyuntingan dan mencetak uang tersebut menggunakan kertas HVS dan dipotong sesuai dengan ukuran uang, kemudian uang palsu tersebut dibelanjakan di warung-warung mulai dari kawasan Sungai Lasi hingga
Tanjung Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat,” paparnya.

Kejadian tersebut terungkap setelah salah satu pelaku menggunakan uang palsu untuk membeli sebungkus rokok di warung Ijal Alwandi (34), warga Ampang Kualo RT 02 RW 06, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanah Harapan, Kota Solok, Sumatera Barat.

“Kemudian saat pelaku pergi, korban sempat melihat uang tersebut agak berbeda dari uang biasanya, yaitu mulai dari kertas dan warna yang buram. Merasa curiga, korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Solok Kota,” sambung Dony.

Keempat remaja tersebut juga berbagi peran. Alan Firlanda bertugas melakukan pencarian gambar mata uang di internet dan mencetak uang palsu. Febri Chan, Julfaizal dan Toby Andika Putra bertugas memotong uang sesuai ukuran dan membelanjakan.

Polisi berhasil menyita barang bukti satu CPU, monitor, keyboard dan mouse. Kemudian juga disita satu unit printer warna hitam, uang palsu senilai Rp 500 ribu, uang hasil tukar dan kembalian berbelanja di warung sebesar Rp 362 ribu, serta uang palsu Rp 16,9 juta yang disita dari rumah Alan.

Pilihan Redaksi  Perkosa tetangga saat belanja di warung miliknya, JND ditangkap polisi

“Saat ini kami masih memburu pelaku berinisial A yang melarikan diri, dan kami hanya menyita uang palsu sebesar Rp 1 juta yang disimpan di kediamannya,” pungkas Kapolres.

Sementara itu, salah satu pelaku Alan mengaku mencetak uang palsu tersebut lantaran termotivasi dengan temannya yang telah terlebih dahulu mencetak.

“Dari sana saya tertarik juga melakukan perbuatan serupa. Dengan bekal yang saya miliki saya mencoba mencetak uang palsu dan membelanjakannya,” akunya sembari tertunduk.