Pantanal, surga tropis yang lebih kaya satwa liar daripada Amazon

3
252

Pantanal, surga tropis yang lebih kaya satwa liar daripada Amazon

Pantanal, surga tropis yang lebih kaya satwa liar daripada Amazon

Sebagai paru-paru dunia, hutan Amazon memang sangat penting bagi kelangsungan planet bumi. Hutan ini juga memiliki koleksi flora dan fauna yang luar biasa. Namun jika sudah berbicara mengenai satwa liar, Pantanal adalah juaranya.

Dilansir National Geographic, Pantanal, Brasil merupakan lahan air tawar terbesar di dunia. Area ini mencakup lebih dari 180.000 kilometer persegi wilayah Brasil barat serta sebagian dari Bolivia dan Paraguay. Keanekaragaman spesies hewan liar di sana merupakan yang terlengkap di Amerika Selatan.

Jika Amazon adalah paru-paru dunia, taman nasional yang menjadi bagian dari Situs Warisan Dunia UNESCO ini bagaikan jantung raksasa yang berdenyut seiring aliran darah. Dataran Pantanal hidup dari curah hujan tinggi yang membanjiri wilayahnya setiap tahun. Saat musin hujan tiba, 80 persen area Pantanal menjadi genangan raksasa yang menjadi habitat sempurna bagi kawanan egrets, bangau, spoonbill, serta berbagai jenis siput dan ikan.

Tetapi fauna yang bisa ditemui di Pantanal tidak terbatas pada unggas, siput, dan ikan-ikanan saja. Jaguar, semut raksasa, babi hutan, rusa, howler, monyet capuchin, anaconda hijau juga berbagi kehidupan di rawa-rawa Pantanal. Tak seperti Amazon yang sebagian hutannya terlalu lebat untuk ditembus sinar matahari, satwa penuh corak dan warna di Pantanal bisa dilihat dengan mata telanjang.

“Pantanal adalah lingkungan yang sangat terbuka,” kata pendiri Photo in Natura, Daniel De Granville kepada National Geographic. Pria ini sudah menjelajah Pantanal selama dua dekade.” Anda bisa melihat sejauh mungkin.”

Uniknya lagi, pemandangan di Pantanal bisa berubah setiap hari. Sungai terbentuk, kola-kolam menghilang dalam hitungan hari, benar-benar surga tropis yang menawarkan pertunjukan baru setiap harinya.

Pilihan Redaksi  Naga Api dan Lautan Dupa di Hong Kong