Menteri Susi sampai Menaker Beri Wejangan ke CPNS

5
227

Menteri Susi sampai Menaker Beri Wejangan ke CPNS

Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2017 sudah lewat. Waktunya para abdi negara itu bekerja. Namun, sebelum memulai pekerjaan, CPNS harus menjalani masa orientasi.

Biasanya dalam program orientasi CPNS di lingkungan kementerian/lembaga, para menteri diundang untuk memberikan motivasi bagi para CPNS tersebut.

Di antara para menteri itu adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri. Sejumlah wejangan diberikan para pembantu presiden itu pada CPNS baru.

Menteri Susi yang menjadi nahkoda di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan pengarahan pada 248 CPNS pada 5 Maret 2018 lalu. Dalam arahannya, menteri nyentrik itu sempat menyinggung soal pendidikannya yang hanya SMP namun bisa menjadi seorang menteri.

“Kalian ini pendidikannya jauh dari ibu semuanya. Ijazah saya hanya SMP,” kata Susi Pudjiastuti blak-blakan di depan para CPNS yang memang seluruhnya lulusan sarjana.

Susi mengatakan meski hanya berbekal ijazah SMP, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan amanah menjadi menteri karena dia selalu berupaya bekerja keras, jujur, lurus, berani memutuskan, dan memiliki kemauan yang tinggi.

“Kalau tidak memilikinya, mau ijazah bertumpuk-tumpuk pun saya tidak akan menjadi menteri,” ujarnya.

Menteri yang juga pengusaha tambak ikan itu mengatakan mengenyam pendidikan tinggi memang hal penting. Namun hal itu tak menentukan segalanya.

Justru pembeda seseorang di dunia kerja terletak pada dedikasi, komitmen dan integritas.

Hampir senada dengan Susi, Menaker Hanif Dhakiri berpesan pada 152 CPNS di lingkungan kementeriannya untuk selalu menjunjung tinggi dan menjaga integritas serta memiliki daya saing yang tinggi.

Di sisi lain, lanjut Hanif, CPNS juga harus menjadi pribadi yang tampil di atas standar.

Pilihan Redaksi  2 Petani di Rokan Hilir tewas tersambar petir saat berteduh di pohon sawit

”Caranya gampang, kita harus berusaha di atas standar. Misalnya yang lain bangun jam 5 pagi, kita harus bangun lebih dulu dari mereka dan melakukan aktivitas yang akan meningkatkan daya saing kita,” papar Hanif.

Tak lupa Hanif berpesan agar CPNS mengedepankan profesionalisme, memiliki prinsip sebagai pelayan masyarakat, bukan dilayani.

“Orientasi pemerintah saat ini sudah bergeser, dari yang dilayani menjadi melayani. Posisi kita sebagai pelayan rakyat,” tutup Hanif.