Kisah Burung Penjaga Arwah di Danau Kelimutu

37
646

Kisah Burung Penjaga Arwah di Danau Kelimutu

Burung penjaga Arwah di Danau Kelimutu

Selain punya mitos danau berubah warna, kelimutu di Ende punya burung penjaga arwah. Walau suaranya sering terdengar, tapi burung itu jarang terlihat.

Mitosnya, Burung Garugiwa dipercaya hanya muncul pada sat tertentu saja. Misalnya pada saat menjelang Upacara Pati Ka Du’a Bapu Ata Mata. Kicaunya yang nyaring terdengar sedari pagi, tepat sehari sebelum upacara adat itu dilaksanakan.

Yang menjadi keunikannya, Burung Garugiwa yang hidup di sekitar Kelimutu, Ende, Flores, NTT ini memiliki sekitar 15 macam suara yang berbeda-beda. Tapi yang lebih aneh lagi, wujudnya tidak pernah kelihatan. Hanya suaranya saja.

Saking misteriusnya, hanya sedikit masyarakat dan traveler yang bisa melihat wujud burung ini. Padahal burung ini selalu berkicau dari mulai pagi pukul 06.00 hingga 10.00 WITA. Suaranya juga terdengar dekat, di sekitar hutan arboretum saja.

Menurut masyarakat sekitar, Burung Garugiwa pun terbilang cukup langka dan disakralkan. Barang siapa yang melukai atau membunuh burung tersebut, niscaya pelakunya akan mendapatkan kutukan atau celaka.

Studi terakhir mengungkapkan populasi burung ini tidak lebih dari 20-an ekor, dengan luasan wilayah survey sekitar 20 hektar. Kisah itu pun diceritakan turun temurun dan dipercaya masyarakat.

Fakta lainnya, burung Garugiwa dikenal juga sebagai Kancilan Flores, atau dalam bahasa ilmiahnya bisa dipanggil (Pachycephala nudigula). Burung jenis ini memang dikenal sebagai peniru suara yang ulung, tak heran jika dia bisa sampai memiliki 15 jenis suara atau bahkan lebih.

Garugiwa memiliki warna bulu di bagian kepala hitam, sementara bulu di bagian sayap dan ekor berwarna hijau. Bulu di bagian bawah tubuhnya agak kekuningan, serta memiliki paruh berwarna hitam bergaris putih di bagian tengahnya.

Pilihan Redaksi  India Akan Punya Patung Tertinggi di Dunia

Burung ini pun adalah endemik Danau Kelimutu.

Dengan warna seperti itu, pantas saja jika burung Garugiwa susah untuk dilihat karena warnanya sama dengan pepohonan hijau yang jadi tempatnya bertengger. Perilakunya yang menyendiri semakin menambah sukar traveler yang ingin mengamatinya.

Terlepas dari benar atau tidaknya mitos tentang burung ‘arwah’ ini, Garugiwa tetaplah melekat di Danau Kelimutu dan tidak bisa ditemukan di tempat lain. Semoga burung ini tetap lestari dan jauh dari kepunahan.

Traveler yang penasaran, langsung saja menuju ke Danau Kelimutu yang terletak di Kabupaten Ende. NTT. Selain bisa menyaksikan kedahsyatan danau tiga warna kelimutu, traveler juga bisa mendengarkan kicauan burung ‘arwah’ yang tidak ada duanya ini.