Kisah Bocah Genius Jago Coding yang Bikin IBM Kepincut

6
198

Kisah Bocah Genius Jago Coding yang Bikin IBM Kepincut

Tanmay Bakshi. Bocah genius jago Coding buat IBM

Keberhasilan seorang bocah bernama Tanmay Bakshi dalam ‘mengobrak-abrik’ software milik IBM membuat perusahaan teknologi tersebut tertarik kepadanya. Tanmay Bakshi adalah seorang programmer asal Ontario, Kanada. Di usianya yang masih sangat muda ini, baru 14 tahun, ia sudah menjadi ahli kecerdasan buatan bagi perusahaan teknologi sekelas IBM. Kemampuannya di bidang tersebut sudah dipupuknya sejak kecil. Tanmay sudah memperlajari bagaimana cara melakukan proses coding saat berusia lima tahun.

Hal tersebut tak lepas dari pekerjaan ayahnya, Puneet Bakshi, sebagai programmer yang dijalinya selama bertahun-tahun. Saat Puneet tengah melakukan coding, Tanmay kerap melihatnya dengan antusias.

“Bagi saya, sangat menarik bagiamana komputer dapat melakukan hampir segala sesuatu. Saya pun ingin tahu apa yang terjadi belakangnya, jauh ke back-end, untuk mengetahui bagaimana kamu bisa mengendalikan komputer dan mengatakan kepadanya apa yang harus dilakukan,” ujar Tanmay. Melihat kesukaan anaknya terhadap coding, Puneet pun mengajarinya bagaimana menjalani sebuah program. Sejak saat itu, Tanmay mulai rajin membaca buku mengenai programming dan menggunakan internet dengan sendirinya.

Pada usia lima tahun, Tanmay membuat channel YouTube yang dimanfaatkannya untu mengunggah tutorial mengenai coding serta pengembangan website dan internet. Tanmay mengaku bahwa ia menerima ribuan pertanyaan dari setelah menunggah sebuah video.
Hal tersebut membuatnya menyadari masih minimnya pengetahuan orang-orang mengenai programming dan machine learning. Maka dari itu, ia pun mendedikasikan channel YouTube miliknya, yang saat ini sudah memiliki subscriber sebanyak 248 ribu, untuk membantu anak-anak serta pemula yang memiliki cita-cita di dunia coding.
Setelah merambah YouTube, Tanmay mulai mempelajari bagaimana mengembangkan aplikasi untuk perangkat berbasis iOS. Hal tersebut mulai dijalaninya pada usia delapan tahun. Setahun setelahnya, ia sudah memiliki aplikasi pertamanya bernama TTables yang tersedia di Apple Store. Aplikasi ini dapat digunakan untuk mempelajari operasi perkalian dalam matematika.
Seiring berjalannya waktu, Tanmay sempat merasa dirinya kehilangan ketertarikannya pada programming. “(Pada saat itu) saya selalu merasa teknologi sangat terbatas. Saya selalu merasa apa yang saya masukkan ke dalam komputer akan menjadi usang,” ujarnya.
Pilihan Redaksi  Joe Hart Berharap Masih Nomor Satu untuk Inggris