Kesal tak diberi utangan, Rahmat bunuh istri mantan atasan

9
389

Kesal tak diberi utangan, Rahmat bunuh istri mantan atasan

Kesal tak diberi utangan, Rahmat bunuh istri mantan atasan

Hampir dua pekan buron, pelaku pembunuhan sekaligus perampokan terhadap seorang ibu rumah tangga bernama Herwin Widayati (51) akhirnya tertangkap. Pelaku bernama Rahmat Sumaidi (57) nekat berbuat sadis karena kesal tak diberikan pinjaman uang.

Pelaku diringkus dalam pelariannya ke Bandar Lampung, Sabtu (28/4) malam. Saat
dibawa ke Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKI), Sumatera Selatan, tersangka mencoba melarikan diri sehingga kaki kanannya ditembak polisi.

Diketahui, tersangka yang tinggal di perumahan Villa Dago Permai, Kecamatan Baturaja Timur, OKU, itu adalah mantan anak buah suami korban saat bekerja di salah satu perusahaan perkebunan. Hubungan masing-masing keluarga antara korban dan tersangka terbilang dekat.

Kapolres OKU AKBP Ni Ketut Widayana Sulandari mengungkapkan, penangkapan terhadap tersangka hasil dari petunjuk-petunjuk yang didapatkan dalam penyelidikan dan olah TKP. Tersangka seorang diri dalam aksi tersebut.

“Tersangka sudah kita tangkap Sabtu malam di Lampung. Kaki kanannya ditembak karena melarikan diri saat dibawa ke Baturaja,” ungkap Widayana, Senin (30/4).

Dari pemeriksaan, tersangka nekat menghabisi nyawa korban karena kesal tidak diberikan pinjaman uang. Tersangka berdalih memiliki utang kepada seseorang yang sudah jatuh tempo. Utang tersebut digunakannya untuk biaya pernikahan dengan istri kedua setelah istri pertama meninggal dunia.

“Motifnya dendam, tersangka kesal tak diberikan pinjaman uang oleh korban. Tersangka beberapa kali mendatangi rumah korban, namun tak kunjung diutangi,” ujarnya.

Menurut dia, tersangka sudah merencanakan pembunuhan dengan membawa sejumlah peralatan saat berkunjung ke rumah korban, sementara suami korban masih bekerja. Tersangka menghabisi nyawa korban dengan cara memukul kepala korban dengan kunci Inggris.

Lalu, tersangka membelit wajah korban dengan lakban dan beberapa kali menusuknya dengan pisau. Setelah korban tewas, tersangka mengambil uang Rp 20 juta milik korban.

Pilihan Redaksi  Hari ini, Mentawai diguncang gempa bumi 4 SR sebanyak 8 kali

“Kasus ini termasuk pembunuhan berencana disertai pencurian. Kita kenakan Pasal 340 dan Pasal 365 ayat 3 KUHP, ancaman di atas 20 tahun penjara,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, warga warga Lorong Bersama, Desa Air Paoh, Kecamatan Baturaja Timur, OKU, digegerkan dengan kematian korban di rumahnya, Rabu (18/4) malam. Korban pertama kali ditemukan suaminya, Sudarsono (55) ketika pulang kerja.