Kemarin Kasus First Travel, Sekarang Abu Tours, Esok?

9
310

Kemarin Kasus First Travel, Sekarang Abu Tours, Esok?

Kemarin Kasus First Travel, Sekarang Abu Tours, Esok?

Uang jemaah lebih dari Rp 2 triliun menguap entah ke mana. Pertama, di kasus First Travel dan disusul di kasus Abu Tours yang baru-baru terungkap. Akankan ini menjadi kasus terakhir?

“Sangat mungkin kasus-kasus itu terulang, terlebih beberapa bulan lagi akan memasuki bulan suci Ramadhan. Di mana bagi kalangan muslim tanah air menunaikan umrah pada bulan Ramadhan memiliki keutamaan tersendiri, ada malam lailatul kadar, tarawih di Masjidil Haram/Masjid Nabawi. Sehingga akan banyak jemaah umrah berbondong-bondong pergi ke tanah suci. Di sisi lain travel cukup terpukul dengan kebijakan penerapan pajak pendapatan nilai yang dikenakan oleh pemerintah Arab Saudi sebesar 5 persen,” kata Ketua Komnas Haji dan Umrah, Mustolih Siraj kepada trendingtopicindo.com, Minggu (1/4/2018).

Kemarin Kasus First Travel, Sekarang Abu Tours, Esok?

Menurut Mustolih, banyak faktor mengapa hal itu terus berulang. Tapi yang paling menonjol adalah minimnya pencegahan yang belum optimal dilakukan oleh regulator.

“Padahal ada banyak kemiripan antara Abu Tours dengan First Travel yang lebih dulu meledak,” ujar Mustolih.

Merujuk pada Peraturan Menterai Agama (PMA) Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ibadah Umrah, sistem pembiayaan dengan model MLM telah dilarang. Sebab, penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah harus sudah memberangkatkan jemaahnya maksimal 6 bulan sejak mendaftar.

Namun faktanya, kasus ini terus berulang. Kasus Fisrt Travel meledak pada Mei 2017 dan Abu Tours meledak pada Maret 2018 dengan korban sudah lebih dari 150 ribu orang.

“Saya mendesak agar Presiden membentuk ‘Satgas Anti Penipuan Umrah’ yang melibatkan lintas institusi yang terdiri dari Kemenag, Kepolisian, Kejaksaan, PPATK, OJK, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) dan Kementerian Pariswisata,” pungkasnya.

Pilihan Redaksi  Bukan Olesan Roti, Alpukat Sekarang Jadi Racikan Cocktail!