Kawah Ijen semburkan gas beracun, jalur pendakian ditutup

7
359

Kawah Ijen semburkan gas beracun, jalur pendakian ditutup

Kawah Ijen semburkan gas beracun, jalur pendakian ditutup

Kawah Ijen mengeluarkan gas beracun. Taman Wisata Alam yang memiliki ketinggian 2.368 meter dari permukaan laut yang berada di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur itu ditutup sementara.

“Hari ini kami merekomendasikan untuk penutupan jalur pendakian ke Gunung Ijen karena adanya gas beracun yang masih diselidiki penyebabnya oleh petugas di lapangan,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Ijen Bambang Heri Purwanto, Kamis (22/3). Dikutip dari Antara.

Warga di Kali Banyupahit dan Watucapil Bondowoso mengalami keracunan gas yang berasal dari Kawah Ijen di daerah Banyupait Sempol Bondowoso, bahkan sebagian korban yang terdampak gas beracun sudah dibawa ke Puskesmas Sempol dan RSUD Bondowoso.

“Selama dua hari ini aktivitas kegempaan Gunung Ijen yakni gempa vulkanik dangkal mengalami peningkatan, namun tidak signifikan. Berdasarkan data, pada 18 Maret tercatat 11 kali gempa vulkanik dangkal dan pada 20 Maret terekam 22 kali gempa vulkanik dangkal, namun status Gunung Ijen masih normal,” tuturnya.

Menurutnya petugas masih turun ke lapangan untuk mengetahui penyebab keluarnya gas beracun tersebut, dan beberapa hari terakhir curah hujan di kawasan lereng Gunung Ijen juga tinggi. Namun pihaknya masih belum bisa memberikan penjelasan secara detail terkait penyebab gas beracun di Kawah Gunung Ijen tersebut.

“Wisatawan dan para penambang tidak diperbolehkan naik ke kawah Ijen untuk sementara waktu, sehingga kami imbau kepada siapapun untuk tidak mendekati radius 1 kilometer dari bibir kawah karena berbahaya,” terangnya.

Status Gunung Ijen masih normal, meskipun ada peningkatan gempa vulkanik yang tidak signifikan dan keluarnya gas beracun dari kawah gunung yang memiliki ketinggian 2.368 meter dari permukaan laut itu.

Pilihan Redaksi  Fangirling di Seoul, Siapa Tahu Ketemu Artis Korea!

Sementara itu, Kepala Resor Taman Wisata Alam Ijen KSDA Sigit Ariwibowo membenarkan informasi yang menyebutkan Gunung Ijen mengeluarkan gas beracun dan kejadian diperkirakan terjadi pada Rabu (21/3) pukul 19.00 WIB.

“Kalau radiusnya belum bisa diprediksi karena sebelum mengeluarkan gas beracun terjadi ledakan dari Kawah Ijen dan asap mengikuti arah angin ke barat (ke Bondowoso),” katanya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso menyiapkan tiga titik pengungsian bagi warga terdampak gas beracun Kawah Ijen.

“Ada tiga titik pengungsian bagi warga terdampak gas beracun yang kami siapkan, yakni di Puskesmas Kecamatan Ijen, Masjid di sekitar Kecamatan Ijen dan di rumah-rumah warga,” kata Kepala Bidang Pencegahan, Kesipasiagaan dan Kedaruratan BPBD Bondowoso, Winarto di Bondowoso.

Warga terdampak gas beracun Kawah Gunung Ijen Kabupaten Bondowoso dan Banyuwangi itu, diungsikan sejak Rabu (21/3) malam setelah kawah tersebut mengeluarkan suara ledakan dan mengeluarkan gas beracun.

Tidak hanya itu, BPBD Bondowoso juga akan mendirikan dapur umum khusus warga (pengungsi) terdampak gas beracun.

“Hingga tadi malam, petugas kami mencatat jumlah pengungsi terdampak gas beracun Kawah Ijen sebanyak 178 orang dari tiga dusun (Dusun Margahayu, Dusun Watu Capil dan Dusun Curah Macan, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen),” katanya.

Hingga Kamis pagi tadi kadar gas beracun dari Kawah Ijen sudah mulai menurun atau tidak terlalu menyengat, seperti sesaat setelah Kawah Ijen meletup dan mengeluarkan gas beracun pada Rabu malam.

“Sampai hari ini, tercatat ada 30 orang yang masih menjalani perawatan medis di Puskesmas Kecamatan Ijen, 24 orang Puskesmas Kecamatan Tlogosari empat orang dan di RSU dr Koesnadi Bondowoso dua orang. Rata-rata korban mengalami sesak napas (gangguan pernapasan),” katanya.

Pilihan Redaksi  Bikin onar di diskotek, FB diamankan polisi dan ternyata positif narkoba