Harga jual tinggi, alasan bandar jadikan RI pasar besar peredaran narkoba

11
198

Harga jual tinggi, alasan bandar jadikan RI pasar besar peredaran narkoba

Harga jual tinggi, alasan bandar jadikan RI pasar besar peredaran narkoba

Indonesia berkali-kali disebut dalam kondisi darurat narkoba. Termasuk oleh Presiden Joko Widodo.Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Irjen Heru Winarko, menyampaikan harga narkoba di Indonesia melonjak mahal dibandingkan negara lain. Hal itu menjadi kabar gembira buat jaringan pengedar narkoba internasional.

Berbagai sindikat narkoba di negara tetangga dan bahkan dari benua lain menjadikan Tanah Air sebagai pangsa pasar besar peredaran narkotika.

“Banyak narkoba masuk ke Indonesia karena harganya. Di China 1 gram Rp 25 ribu, di Iran 1 gram Rp 50 ribu, di Indonesia Rp 1,5 juta,” tutur Heru dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9 bertemakan ‘Pemerintah Serius Tangani Narkoba’ di Jakarta Pusat, Selasa (20/3/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi, menambahkan selain soal harga, faktor lain yang menjadikan bandar dan pengedar narkoba memilih Indonesia sebagai market besar lantaran di negara lain, tindakan terhadap pengedar sangat tegas. Sehingga sindikat mencari negara alternatif dan memilih Indonesia.

“Harganya di Indonesia sudah luar biasa menggiurkan. Sehingga resiko yang tinggi pun akan mereka terjang. Apalagi dua tahun terakhir ini Filipina melakukan tindakan yang keras juga, akhirnya marketnya ke negara kita,” jelas Heru Pambudi.

Saat ini, sudah dilakukan pencegahan masuknya narkoba dari berbagai titik yang dianggap rawan masuknya narkoba. Seperti di pintu masuk Batam, Bali, Bandara Soekarno Hatta, Bandara Juanda, Bandung, dan Entikong.

“Jalur masuk itu lewat udara 52 persen, laut 34 persen, pos 12 persen, dan darat 2 persen. Lewat pengiriman pos kini banyak menjadi pilihan karena kita banyak menjaga udara dan laut,” kata dia.

Pilihan Redaksi  Demi beli sabu, Mansyur & Mulyadi curi laptop untuk UNBK di SMP Jakut

Untuk di laut, radar canggih juga sudah digunakan untuk melihat aktivitas kapal yang mencurigakan di tengah laut.

“Negara kita dilengkapi Radar CSS yang kita pakai untuk melihat pergerakan. Ditempat di Batam dan dipakai bersama karena ini milik bangsa kita. Berapa kilometer bisa kita detect. Jadi kalau ada kapal di tengah laut nggak ada kerjaan dempet-dempet, nah ada apa ini,” papar Heru.