BPJS Ketenagakerjaan Untuk Program Khusus TKI, Ada Manfaat Beasiswa Bagi Anak Pekerja

8
204

BPJS Ketenagakerjaan Untuk Program Khusus TKI, Ada Manfaat Beasiswa Bagi Anak Pekerja

BPJS Ketenagakerjaan Untuk Program Khusus TKI, Ada Manfaat Beasiswa Bagi Anak Pekerja

BPJS Khusus TKI ©2018

BPJS Ketenaga kerjaan kini memiliki program khusus yang ditujukan bagi para pekerja Indonesia di luar negeri. Ini merupakan amanah untuk memberikan perlindungan bagi warga nya.

Direktur BPJS Ketenaga kerjaan Kawasan Asia, Agus Susanto mengatakan untuk program khusus ini nantinya akan mengacu pada Peraturan Menteri Nomor 7 Tahun 2017, yakni ada perbedaan jumlah iuran sebesar Rp 370 ribu untuk masa perlindungan selama 31 bulan.

Masa perlindungan itu dibagi menjadi tiga, sebelum penempatan kemudian di negara penempatan dan sesudah mereka kembali ke Indonesia. Perlindungan ini wajib bagi TKI yang akan berangkat. Untuk mengurus dokumen pihakn ya sudah bekerja sama dengan sejumlah pihak agar TKI yang akan berangkat bekerja di luar negeri sudah terjamin.

Salah satu yang membedakan dari program ini adalah beasiswa yang akan diberikan kepada anak dari TKI yang meninggal dalam kecelakaan kerja. “Tujuan orangtua mereka bekerjua untuk memberikan kapan terjadi. Ini adalah salah satu manfaat yang nantinya akan diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada anak TKI yang orangtuanya meninggal,” ujar Agus saat ditemui di Miri.

Baca Juga: Mayat Perempuan Ditemukan di Bogor, Kondisi Tangan Diikat & Kepala Ditutup                   Plastik

Untuk mempermudah jangkauan TKI yang tinggal jauh dari Indonesia, pihak BPJS Ketenaga kerjaan telah meluncurkan sebuah aplikasi berbasis android, yang dikhususkan bagi TKI yang ingin melakukan pendaftaran secara mandiri di manapun. Namun sistem ini memiliki kelemahan, yakni tidak bisa menjangkau TKI yang bekerja di pedalaman, seperti perkebunan sawit.

“Setelah kami melihat kondisi real para TKI yang ada di Sarawak. Nampak nya karakteristik nya berbeda, kondisi lapangannya berbeda. Kita lihat para TKI yang bekerja di ladangladang jauh dari pemukiman, jauh dari sinyal handphone. Berarti aplikasi kami tidak applicable di sini sehingga perlu penanganan khusus, kita sudah berbicara dengan pihak KBRI. Kemungkinan kita akan menunjuk wakil kita untuk hadir di daerah daerah yang masih blank spot ini,” kata dia.

Pilihan Redaksi  Baku tembak dengan TNI, 2 anggota KKB di Papua tewas dan puluhan terluka

Baca Juga: Banda Aceh Sambut HUT, Wali Kota minta pertokoan dicat ulang