Bimanesh Sutarjo, Dokter yang Rawat Setnov Didakwa Rekayasa Rekam Medis

8
241

Bimanesh Sutarjo, Dokter yang Rawat Setnov Didakwa Rekayasa Rekam Medisbimanesh

Bimanesh Sutarjo turut serta melakukan upaya merintangi proses penyidikan proyek e-KTP atas tersangka Setya Novanto. Dokter berusia 63 tahun itu disebut melakukan rekayasa rekam medis milik Setya Novanto saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat.

“Patut diduga telah melakukan dengan sengaja merintangi pemeriksaan terhadap tersangka atau terdakwa ataupun saksi dalam perkara korupsi yakni melakukan rekayasa agar Setya Novanto dirawat inap di Rumah Sakit Medika Permata Hijau,” ujar Jaksa Kresno Anto Wibowo saat membacakan surat dakwaan milik Fredrich di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (8/3).

Hal ini bermula saat Fredrich Yunadi, selaku kuasa hukum Setya Novanto, berkonsultasi kepada Bimanesh terkait rencana mantan Ketua DPR itu dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau. Dokter ahli penyakit dalam itu kemudian menyanggupi permintaan kuasa hukum yang viral atas penyataa bakpao-nya itu.

Saat itu, ujar Jaksa Kresno, Fredrich membawa catatan rekaman medis milik Novanto saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur.

“Terdakwa kemudian menyanggupi untuk memenuhi permintaan Fredrich Yunadi padahal terdakwa mengetahui Setya Novanto sedak memiliki masalah hukum di KPK terkait kasus tindak pidana korupsi pengadaan e-KTP,” ujarnya.

Malamnya, Bimanesh menghubungi Dokter Alia selaku pelaksana tugas manajer pelayanan medik RS Media Permata Hijau untuk segera menyediakan ruang VIP untuk rawat inap pasiennya.

Kepada Dokter Alia, Bilmanesh berpesan agar tidak melaporkan hal tersebut kepada Direktur RS Medika Permata Hijau, Hafil Budianto Abdulgani. Namun permintaan Bimanesh diabaikan Alia yang tetap memberitahukan pemesanan kamar VIP kepada Direktur.

“Dokter Hafil menyatakan agar tetap sesuai prosedur yang ada yaitu melalui IGD,” ujarnya.

Pilihan Redaksi  Pentingnya Counter-Pressing dan Bersabar Menunggu Bukaan untuk Liverpool

Kemduian, pada sore hari, Fredrich memerintahkan anak buahnya mengecek pesanan kamar VIP. Selang beberapa menit kemudian, Fredrich datang ke rumah sakit menemui Dokter Michael Chi Cahaya yang saat itu berada di IGD dan meminta agar dibuatkan surat pengantar rawat inap atas nama Setya Novanto dengan diagnosa kecelakaan mobil.

Permintaan Fredrich atas surat perhomonan pengantar rawat inap ditolak Dokter Michael dengan alasan belum melakukan pemeriksaan.

“Atas penolakan tersebut terdakwa membuat surat pengantar rawat inap menggunakan form surat pasien baru IGD, padahal dirinya bukan dokter jaga IGD. Pada surat pengantar rawat inap itu terdakwa menuliskan diagnosa hipertensi, vertigo, dan diabetes melitus,” ujarnya.

Atas perbuatannya, Bimanesh didakwa dengan Pasal 21 Undang-undang RI nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.(jks)