Begini Fakta Keluarga Bakri di Cianjur yang Masak Makanan Basi

0
665

Semboyan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mungkin masih menjadi semboyan saja karena fakta nya masih banyak yang belum bisa merasakan indahnya keadilan dan kesejahteraan untuk seluruh rakyat Indonesia.

Bakrie seorang pria berusia 72 tahun, Warga dari kampung Kiarapayung, Desa Ramasari, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat. Hidup dengan penuh keterbatasan dan kekurangan.

Bukan hanya karena Sandang dan papan yang tidak terpernuhi, melainkan untuk keperluan sandang pun sangat mengkhawatirkan. Nasi, Kebutuhan yang seharusnya didapatkan setiap orang pada setiap harinya, ini tidaklah dapat memenuhi kebutuhannya dan keluarganya. Alhasil, Bakrie mengkonsumsi nasi basi untuk makan dia beserta keluarganya.

Keluarga Bakrie

Bangunan Gubuk Semi permanen, berukuran 12 meter persegi yang bertempat dekat sawah merupakan tempat yang ditinggali bakrie beserta sang istri Aisyah (40 tahun) dan putra nya Jujun usia 9 tahun yang kondisinya juga memperihatinkan.

Saat Detik.com datang berkunjung ke kediaman Bakrie pada sabtu 9 Februari 2019 ia sedang tidak ada ditempat, yang ada hanya Aisyah. Menurut Aisyah suaminya sedang mengemis di sekitar pasar Ciranjang.

Asiyah enggan menanggapi mengenai “Nasi Basi” yang dimasak hasil dari memulung. Ia menegaskan, bahwa “apapun yang dibawa suaminya akan dimakan, “tutur Aisyah.

Lebih lanjut, Aisyah mengaku sudah tinggal selama 15 tahun di tempat itu bersama suaminya. Buah perkawinan mereka dikaruniai dua orang anak namun anak pertama meninggal dunia yang tersisa hanya si Jujun.

Ketua RW dan Warga Desa

Dayat yang merupakan ketua RW 06 tempat Bakrie Tinggal menyatakan bahwa warganya bukan tidak peduli terhadap keluarga Bakrie, sudah sering sekali keluarga Bakrie dibantu oleh warga tetapi pada akhirnya warga bosan karena keluarga ini tidak mau mengubah cara hidupnya yang memang maunya ya begini saja.

Pilihan Redaksi  Kota di California bakal jadi surga wisata ganja pertama di AS

Dayat juga membenarkan, bahwa Bakrie adalah Warga asli desa setempat. Tanah yang berdiri adalah tanah warisan peninggalan orang tua nya, terdapat juga sawah di dekat bangunan tersebut.

Dayat menambahkan Bahwa, “Ini tanah dan Sawah milik ia (Bakrie) yang merupakan warisan dari orang tua nya.