Banda Aceh Sambut HUT, Wali Kota minta pertokoan dicat ulang

40
463

Banda Aceh Sambut HUT, Wali Kota minta pertokoan dicat ulang

Banda Aceh Sambut HUT, Wali Kota minta pertokoan dicat ulangBanda Aceh. ©2018 

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman mengintruksikan seluruh pemilik toko di setiap jalan utama agar dicat kembali tokonya. Intruksi ini disampaikan Wali Kota dalam menghadapi Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Banda Aceh ke 813 dengan tema Banda Aceh Indah.

Amin juga menyampaikan, hampir semua pertokoan di Banda Aceh sudah lama tak dicat kembali, sehingga terlihat tidak indah. Dengan diperbarui kembali warna toko, maka Aceh akan terlihat indah, rapi dan bersih.

“Hari ini saya melaunching Aceh Indah, yaitu kami mengimbau kepada seluruh pemilik toko agar mencat kembali tokonya biar terlihat bersih, indah dan rapi,” kata Aminullah Usman, Minggu (18/3) di sela-sela acara Car Free Day di Jalan Daud Beureeh, Banda Aceh.

Jalan utama ini setiap hari minggu digelar acara Car Free Day, jalan yang menghubungkan langsung dengan pusat kota Aceh Simpang Lima Aceh yang menuju langsung ke Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Di jalan ini juga lokasi pusat administrasi perkantoran pemerintah Aceh dan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Bappeda, Dinas Pendidikan dan sejumlah dinas.

Menurut mantan Direktur Utama Bank Aceh ini, semua toko semakin indah dengan beragam warna, akan membuat pelanggan nyaman dan akan meningkatkan pendapatan para pedagang. Selain itu, Aceh akan lebih bersih dan tertatapi rapi, terlebih menjelang HUT Kota BandaAceh yang ke 813 tahun.

Amin menyebutkan, setiap pertokoan akan dicat dengan warna yang berbeda-beda sesuai dengan jalan. Ia mencontohkan, Jalan Kartini misalnya semua toko dicat warna pink. Kemudian Jalan Ratu Safiatuddin akan dicat dengan hijau muda, Jalan Daud Mughatsyah dicat dengan warna hijau, Jalan Pocut Baren warna putih, Jalan Muhammad Jam warna cream dan sejumlah jalan lainnya di Aceh akan dicat dengan warna yang berbeda-beda.

Pilihan Redaksi  Sembunyikan sabu dalam pembalut, 2 wanita ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta

“Jadi kedepan, tidak susah lagi mengingatkan jalan, tinggal ingat warna saja sudah tau bahwa itu warna jalan ini. Ini tentu selain memperindah kota Aceh, juga mempermudah orang mencari alamat nantinya,” imbuhnya.

Sedangkan untuk di perkampungan, sebutnya, memang tidak diwajibkan untuk mengecat seperti di jalan-jalan utama di Aceh. Bila memang hendak mengecat dengan berbagai warna, itu lebih baik.

Akan tetapi, Walikota menegaskan yang terpenting di perkampungan agar menjaga kebersihan lingkungannya. Selain untuk kebutuhan kesehatan, keindahan dan juga kebersihan itu dalam agama Islam itu adalah setengah dari iman.

“Ini berlaku dari sekarang sampai menjelang HUT Kota Banda Aceh ke 813 tahun sudah selesai dilakukan,” pintanya.