8 Wisata Kuliner Paling Extreme di Indonesia

0
369

Indonesia begitu tersohor sebagai surga wisata kuliner di dunia. Keanekaragaman rasa mulai dari jajanan tradisional hingga makanan berat dapat ditemukan di Indonesia. Karena kaya dengan suku dan budaya, maka cita rasa dan keanekaragaman makanan pun juga berlimpah di negeri ini termasuk makanan extreme, tak lazim bahkan menjijikan.

Makanan Extreme di Indonesia yang Jarang Diketahui

Negara China merupakan salah satu negara yang banyak memilki beragam kuliner extreme. Namun ternyata di negeri kita sendiri, banyak pula ragam sajian kuliner extreme yang khas dari beberapa daerah.

Ada kuliner extreme Indonesia yang awalnya ditujukan sebagai upaya pengobatan, namun ada pula kuliner extreme yang memang sekedar untuk memuaskan selera para penikmatnya.

Apa saja 7 makanan extreme tersebut?

  1. Ulat Sagu Bakar Bumbu Kecap

Papua adalah daerah yang berada di bagian timur Indonesia. Papua mempuanyai berjuta keunikan tersendiri, mulai dari sukunya, adat-istiadatnya sampai kulinernya. Terdapat satu makanan extreme yang sekaligus jadi kuliner khas bagi suku Kamoro yakni ulat sagu.

ulat sagu bakar

Jenis ulat sagu sangat mudah ditemukan pada batang-batang pohon sagu, terutama yang telah mati. Hewan lunak ini dapat pula ditemukan dalam batang pohon kelapa yang telah mati. Masyarakat Papua biasa menikmati hidangan ulat sagu dengan cara dimasak terlebih dulu, tetapi biasa pula dimakan mentah.

Ulat sagu dipercaya sebagai bahan makanan yang berkhasiat untuk kesehatan, termasuk sebagai salah satu makanan penambah stamina. Apabila traveling ke tanah Papua jangan lewatkan mencicipi sensasi makanan khas ini, itu pun bila tak merasa jijik.

2. Ulat Bulu Asam Manis

Menu makanan extreme yang ini berasal dari Kota Purworejo, Provinsi Jawa Tengah. Masyarakat Purworejo memang sudah biasa mengkonsumsi kuliner khas berbahan utama ulat bulu.

Pilihan Redaksi  Adegan Bersama Makanan Dari Nominasi Gambar Terbaik Piala Oscar

ulat bulu asam manis

Sebagian masyarakat Purworejo percaya bahwa dengan mengonsumsi ulat bulu, maka bisa mengatasi sakit gigi. Meskipun demikian, bukan sembarang ulat bulu.
Jenis ulat bulu yang dikonsumsi masyarakat Purworejo adalah Lyman Tridae atau ulat dari pohon turi.

Ulat bulu yang biasa dikonsumsi di Purworejo biasanya disajikan dengan cara di sate maupun di goreng.

Ulat tersebut dipercaya mengandung protein, tidak beracun dan cukup aman dikonsumsi. Menurut sebagian orang yang telah mencicipi, olahan ulat tersebut memiliki rasa yang gurih dan enak.

3. Lawar Bakar Madu

Kuliner satu ini juga termasuk dalam makanan extreme karena bahan utamanya adalah daging babi sekaligus darahnya yang masih segar.

Bagi para penikmat lawar, mereka begitu menyukainya karena salah satu makanan tradisional Bali ini dicampur dengan berbagai bumbu rempah dan ditambahkan parutan kelapa.

lawar

Dahulu, awalnya hidangan tradisional ini hanya dikhususkan disajikan saat berlangsungnya upacara adat dan keagamaan.

Namun sekarang hidangan ini sudah menjadi salah satu menu favorit yang disajikan bagi para tamu hotel bintang di pulau Dewata Bali.

4. Erwe Bumbu Rujak

Makanan extreme yang satu ini juga berasal dari Kota Manado. Kuliner khas Manado ini bahan utamanya adalah daging anjing. Namun sebelumnya, anjing dalam keadaan hidup harus dipukuli terlebih dahulu hingga mati. Cara mematikan anjing ini memang sengaja tidak disembelih dengan tujuan agar tidak banyak darah yang keluar dari tubuh anjing.

Darah yang masih banyak berada dalam daging anjing, diyakini akan semakin menambah kenikmatan cita rasa masakan Erwe. Setelah anjing mati dipukuli, selanjutnya anjing akan di bakar untuk menghilangkan bulunya.

erwe

Kemudian daging anjing bakar dipotong dadu dan dilumuri air jeruk lalu dimasak bersama berbagai bumbu lainnya. Salah satu bumbu yang tak boleh ketinggalan saat memasak Erwe adalah 1 sloki arak Manado yaitu arak cap tikus.

Pilihan Redaksi  Resto Cepat Saji dengan Menu Serba Salmon Segera Berekspansi di China

Erwe menjadi salah satu kuliner favorit masyarakat Manado karena rasanya yang dianggap lezat dengan bumbu pedasnya.

5. Jus Cacing Tanah

Cacing tanah dipercaya dapat menyembuhkan penyakit tifus. Namun, cacing tanah juga berguna sebagai obat penambah nafsu makan. Ingin mencobanya?

jus cacing tanah

6. Pepes Ular Kobra

Daging, darah, empedu, dan sumsum tulang belakang ular kobra diolah untuk dikonsumsi manusia. Kuliner seperti ini bisa kamu temukan di beberapa tempat di Indonesia, seperti di Jakarta dan Surabaya. Ular kobra dipercaya dapat memberi efek kesehatan terhadap tubuh loh! Mau coba?

pepes kobra

7. Daging Buaya Bakar Madu Rica Rica

Kalau di Betawi, kamu hanya bisa menikmati roti berbentuk buaya. Di beberapa wilayah di Indonesia justru menyantap daging buaya asli.

buaya bakar madu

Ternyata, daging buaya mudah hancur dan memiliki tekstur yang lembut. Jika sudah dimasak dengan bumbu kacang, rasanya tak jauh berbeda dengan ayam.

8. Sate Tengkorak Biawak

sate biawak

Binatang melata ini dipercaya dapat menyembuhkan penyakit gatal-gatal pada kulit. Agar tidak terlalu menakutkan saat dikonsumsi, daging biawak diolah menjadi sate dengan bumbu kacang yang lezat. Berani mencoba?