4 Pemuda Durjana dan Kematian Tragis Mahasiswa Telkom

6
363

4 Pemuda Durjana dan Kematian Tragis Mahasiswa Telkom

4 Pemuda Durjana dan Kematian Tragis Mahasiswa Telkom

Kawanan penjahat jalanan membunuh mahasiswa Telkom University (Tel-U), Alexander Sihombing (21). Ale, sapaan Alexander, dibegal empat pemuda nakal saat melintas dekat kampusnya. Ulah para pemuda durjana itu berujung penjara.

Polisi menyebut motif kasus ini murni pencurian. Tersangka Irval (22), Cecep (20) alias Oces, Cep Rudi (19) alias Uneng dan US (16) mengaku mabuk minuman keras selagi mencegat Ale di Jalan Radio, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/3) dini hari.

“Modusnya pembegalan. Tersangkanya empat orang,” kata Kasatreskrim Polres Bandung AKP Firman Taufik di Mapolres Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/3) kemarin.

Satu unit handphone korban dicuri kawanan pemuda mabuk tersebut. Polisi turut menangkap tiga orang penadah.

Tersangka Cecep menjadi otak kejadian pembunuhan Ale. “Waktu itu dalam kondisi minum (mabuk), bersama tiga teman saya. Saya tidak kenal sama korban, ketemunya di jalan,” kata Cecep di Mapolres Bandung.

Cecep dibantu oleh tiga temannya yang terlibat kasus ini. Cep Rudi memegangi tubuh korban saat penusukan, sementara Irval dan US bertugas sebagai joki sepeda motor.

“Saya tusuk, kebablasan nusukin pisau ke dadanya. Pisaunya saya bawa dari rumah yang disimpan di saku,” ujar Cecep.

Menurut dia, korban sempat melawan saat ditodong pisau. “Saya tidak sengaja membunuh. Sebenarnya niatnya hanya minta uang, bukan mau membunuh,” tutur Cecep.

Insiden berdarah ini mengubur impian Ale menjadi tulang punggung keluarga. Niat menuntaskan skripsi pun sirna. Padahal mahasiswa menempuh program studi Teknik Elektro tersebut tengah menyelesaikan tugas akhir.

Kematian tragis Ale mengejutkan keluarga, teman dan pihak kampus. Pascakejadian penusukan, Ale dimakamkan di TPU Mangunjaya, Desa Sumberjaya, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat, Senin (12/3).

Pilihan Redaksi  Taiwan Makin Ramah Terhadap Traveler Muslim

Proses pemakaman Ale disaksikan keluarga dan teman-temannya. Selain itu, perwakilan Tel-U turut hadir.

“Anaknya (Ale) aktif di lab, dia sudah semester delapan. Sedang menyelesaikan tugas akhir dan hanya tersisa tiga mata kuliah lagi,” kata Kaprodi Teknik Elektro Sigit Yuwono di kampus Tel-U, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa 13 Maret 2018.

Menurut dia, Ale sudah berjanji kepada orang tua akan menyelesaikan skripsi pada tahun ini. Sebab ayahnya sudah pensiun bekerja.

“Diwanti-wanti agar segera lulus dan cepat bekerja karena akan menjadi tulang punggung keluarga. Janji ke orang tua ditepati (karena menyelesaikan skripsi di semester delapan), peluang untuk selesai tepat waktu tinggi,” tutur Sigit.